Tuesday, 18 September, 2018 - 23:50

Perahu Bantuan Pemkab Parimo Tak Layak Pakai

TAK LAYAK - Perahu bantuan Pemkab Parimo ditambatkan karena nelayan tak berani menggunakannya. (Foto : Zoel Fahry/ Metrosulawesi)

Parimo, Metrosulawesi.com - Sebanyak 34 unit perahu bantuan hibah Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) diduga dikerja asal-asalan. Pasalnya perahu bantuan itu tidak bisa dioperasikan oleh nelayan, karena bahan yang digunakan tidak sesuai spesifikasi sehingga tidak layak digunakan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Metrosulawesi saat di lapangan bahwa 34 unit bantuan perahu diberikan kepada kelompok nelayan yang tersebar di beberapa kecamatan yang ada di wilayah Kabupaten Parimo seperti kecamatan Moutong 25 unit dan Kecamatan Parigi 9 unit. Dana bantuan perahu bersumber dari APBD 2017 dengan alokasi anggaran Rp 9 juta per unit.

Belakangan diketahui bahwa 34 unit perahu bantuan hibah yang dikerjakan oleh pihak ketiga itu, seluruhnya tidak langsung dapat dioperasikan oleh kelompok nelayan karena dikhwatirkan mengancam keselamatan nelayan karena kondisi perahu rentan rusak. Bahkan kelompok nelayan harus mengeluarkan biaya jutaan rupiah untuk merehabilitasi perahu bantuan tersebut.

Salah seorang penerima bantuan dari kelompok nelayan di Desa Pombalowo Kecamatan Parigi, Ruslan kepada Metrosulawesi mengatakan, jika perahu itu dioperasikan air akan masuk ke dalam perahu, sebab kayu dan lem perekat yang digunakan tidak berkualitas.

“Sehingga saya menilai perahu tersebut dibuat asal jadi karena bahan papan yang digunakan bukan jenis untuk pembuatan perahu,” ungkapnya.

Ruslan mengatakan agar dapat memfungsikan perahu tersebut pihaknya terpaksa mengeluarkan uang untuk biaya perbaikan sekitar Rp1 juta. Tetapi kondisi perahu tidak dijamin bisa digunakan.

"Ini perahu sudah satu juta saya biayai (perbaiki) tetapi saya masih ragu untuk bawa turun di laut," tutur Rislan.

Hal senada juga diungkapkan seorang nelayan di Desa Lebo yang juga penerima bantuan menambahkan dengan kondisi perahu seperti itu pihaknya tidak meyakini biaya yang dikeluarkan oleh Diskanlut untuk pembuatan perahu sebesar Rp9 juta per unit.

"Perahuku saja dengan harga 5 juta sudah bagus dipakai melaut, dengan panjang 8 meter," ujarnya.

Terkait itu kepala Diskanlut Kabupaten Parimo Sabarudin Killis saat dikonfirmasi Metrosulawesi melalui ponselnya mengatakan, bahwa pihaknya sudah mendengar informasi tentang permasalah perahu itu dan melaporkan kepada pihak penyedia.

Menurutnya, pihak penyedia berjanji akan melakukan rehabilitasi kembali atas perahu yang dinilai tidak layak tersebut, berdasarkan keadaan perahu.

"Sudah dari minggu lalu kami suruh tarik perahunya dari nelayan. Katanya tukangnya masih ada borongan, jadi belum sempat kerja," kata sabarudin Killis.

Ditanyakan siapa pihak ketiga sebagai penyedia perahu tersebut, dia enggan mengungkapkan, dengan alasan lupa. Sementara terkait nelayan yang telah terlanjur merehabilitasi perahu itu, pihaknya meminta pihak ketiga harus mengganti biaya yang dikeluarkan.

"Tentunya harus diganti pihak ketiga, kasian mereka," tuturnya.


Editor : Syamsu Rizal