Thursday, 21 June, 2018 - 10:54

Polda Amankan Sembilan Jukir Liar

AKBP Amin Rovi (Tengah) saat memperlihatkan barang bukti hasil Pungli. (Foto: Humas Polda Sulteng)

Palu, Metrosulawesi.com - Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Polda Sulawesi Tengah, berhasil menjaring sembilan pria yang diduga melakukan pungutan liar (pungli) di sejumlah tempat umum. Kesembilan orang yang terjaring dalam Operasi Pekat Tinombala 2018 itu, merupakan pelaku juru parkir (Jukir) liar,n di beberap titik yang ada di Kota Palu.

Irwasda Polda Sulteng Kombes Pol Aries Syarief Hidayat, selaku  ketua Pelaksana Saber Pungli UPP Provinsi Sulawesi Tengah, dalam siaran persnya, Jumat 18 Mei 2018 mengatakan, penangkapan terhadap pelaku pungli itu, dilakukan berdasarkan banyaknya aduan masyarakat yang masuk ke call centre Satgas Saber Pungli, dan penangkapan tersebut dilakukan oleh satgas penindakan yang dipimpin oleh AKBP Amin Rovi.

“Penindakan ini dimulai sejak tanggal 09 Mei 2018 hingga tanggal 17 Mei 2018 lalu, dan membuahkan hasil dengan diamankannya beberapa orang yang melakukan tindakan memungut uang parkir tanpa diberikan tiket retribusi di beberapa lokasi,” ucapnya.

Kombes Pol Aries Syarief Hidayat juga mengungkapkan para pelaku diamankan di beberapa titik yang ada di kota Palu, seperti di lokasi pintu masuk eks lokalisasi tondo, Jalan Tombolotutu, dan di seputaran Pasar Masomba. Dalam praktiknya oknum petugas parkir liar itu, selain tidak dibekali tiket retribusi atau karcis parkir, oknum tersebut juga melakukan pemaksaan dalam meminta uang parkir yang besarannya melebihi sebagaimana biasanya.

“Selain para pelaku pungli, petugas juga mengamankan barang bukti uang sejumlah Rp1.287.000, dan beberapa barang bukti lainya. Saat ini kesembilan pelaku pungli tersebut menjalani pemeriksaan oleh Satgas Penindakan di Subdit III Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sulteng,” tegasnya.

Sementara itu, AKBP Amin Rovi mengimbau kepada masyarakat untuk tidak segan-segan menolak membayar parkir apabila oknum petugas parkir kendaraan tidak memberikan karcis parkir. Menurutnya, uang parkir tersebut merupakan bagian dari pendapatan daerah, sehingga diharapkan kepada dinas terkait yang bertanggung jawab pengelolaan parkir agar benar-benar mendatakan, dan memberikan pembinaan kepada petugas yang ditunjuk di setiap lokasi parkir yang dipungut serta memberikan tanda pengenal dan tiket atau karcis parkir sebagai bentuk pertanggungjawaban pendapatan daerah.

“Kami meminta kepada seluruh warga, apabila ada yang melihat atau mengetahui adanya praktik Pungli di semua sektor pelayanan masyarakat untuk berani melapor di Call Centre 0823 4740 4700 Satgas Saber Pungli UPP Provinsi Sulteng, dan pelapor dijamin kerahasiaan dan keamanannya,” imbaunya.