Tuesday, 12 December, 2017 - 08:48

Puncak Hari Ibu Dipusatkan di Masjid Agung

Kepala DP3A Sulteng, Hj Siti Norma Mardjanu. (Foto : Dok Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Pemprov Sulteng memutuskan puncak peringatan Hari Ibu ke 89 dipusatkan di Halaman Masjid Agung Palu pada 20 Desember 2017. Hal ini terungkap di rapat persiapan peringatan Hari Ibu tingkat Sulteng di Ruang Polibu Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Jumat, 17 November 2017.

Rapat ini dipimpin Asisten Pemerintahan, Hukum dan Politik Moh Faisal Mang didampingi Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Sulteng Hj Siti Norma Mardjanu.

Asisten Faisal yang mewakili gubernur menyampaikan agar peringatan Hari Ibu dilaksanakan sesuai dengan hakekat perbuatan dari seorang ibu yang penuh kasih sayang. Melalui peringatan harus bisa menjadi refleksi pengorbanan seorang ibu kepada anak dan keluarga.

“Jadi peringatan ini harus dimaknai dan dilaksanakan dengan makna penuh rasa kasih sayang,” ujar Faisal.

Kata asisten, sebagaimana permintaan Hj Zalzulmida A Djanggola, peringatan Hari Ibu harus dirangkaikan dengan deklarasi stop kekerasan terhadap perempuan dan anak. Diharapkan panitia melibatkan semua pihak dalam kegiatan ini diantaranya organisasi wanita termasuk meminta partisipasi dari instasi dan BUMN.

“Itu sesuai permintaan pak gubernur agar setiap kegiatan dapat dilaksanakan dengan baik dan melibatkan semua pihak,” tandas Faisal.

Norma Mardjanu dalam kesempatan ini menerangkan peringatan Hari Ibu akan diisi beberapa kegiatan antara lain lomba senam maumere, lomba menghias paipulu salama, bakti sosial, dan jalan santai. Kegiatan lainnya ziarah Taman Makam Pahlawan dan talk show di TVRI.

“Acara  puncaknya akan dilaksanakan pada tanggal 20 Desember 2017 di Halaman Masjid Agung yang akan dihadiri gubernur dan seluruh unsur Forkopimda, OPD, BUMN/BUMD, TNI/POLRI, organisasi perempuan, perguruan tinggi negeri dan swasta serta LSM dan media cetak dengan jumlah peserta 2000 orang,” terang Norma.

Sebelumnya Norma mengungkapkan dalam rangkaian memperingati Hari Ibu, DP3A Sulteng berencana akan menghadirkan seribu perempuan untuk menjadi pelopor perdamaian di daerah ini.

“Kami merencanakan akan menghadirkan seribu perempuan sebagai pelopor perdamaian. Itu masih rencana kami, mudah-mudahan bapak gubernur menyetujui,” ungkap Norma di Kantornya, Jumat, 27 Oktober 2017.

Dia mengatakan, rencana tersebut sudah mendapat dukungan dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Kegiatan nantinya berbentuk kampanye menolak kekerasan pada anak dan perempuan yang dipusatkan di Kota Palu.

Apabila bisa terealisasi, kegiatan itu akan menjadi yang pertama kali dilakukan di Sulawesi Tengah. Seribu perempuan yang akan berpartisipasi dalam kampanye yaitu dari kalangan LSM/aktivis, mahasiswa dan masyarakat umum.

Pada intinya kampanye bertujuan menghentikan atau setidaknya mengurangi tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak. Seribu perempuan yang mengikuti kampanye akan menjadi pelopor perdamaian dimulai dari keluarga dan lingkungan masyarakat.

“Yang kami kampanyekan yaitu bahwa perempuan menolak kekerasan, diskriminasi dan radikalisme. Kampanye itu akan kami lakukan dengan turun ke jalan, tapi bukan berarti mau demo,” pungkas Norma.


Editor : M Yusuf Bj

Tags: 
Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.