Thursday, 21 June, 2018 - 10:52

Pusbang Depsa Untad Kembali Kader Mahasiswa Pemimpin

Dr Rahmat Bakri SH MH. (Foto: Ist)

Palu, Metrosulawesi.com - Pusat Pengembangan Deradikalisasi dan Penguatan Sosio-Akademik (Pusbang Depsa) Universitas Tadulako (Untad), kembali mengkader mahasiswa calon pemimpin lembaga-lembaga kemahasiswaan dilingkungan fakultas dan universitas. Pengkaderan dilakukan melalui pelatihan deradikalisasi dan penguatan sosio-akademik angkatan IV di Hotel The Sya Regency Palu, Sabtu, 21 April 2018.

Ketua Umum Pusbang Depsa Untad, Dr Rahmat Bakri SH MH mengatakan, mereka yang mengikuti pelatihan diharapkan bisa berperan menjadi garda terdepan dalam mencegah masuknya paham-paham radikal di lingkungan kampus.

“Itu tujuan utama hadirnya Peusbang Depsa di Universitas Tadulako. Tentu tujuan lainnya menyiapkan adik-adik mahasiswa untuk memimpin lembaga atau organisasi yang ada di fakultas dan universitas,” ujar Rahmat saat membuka pelatihan mewakili Rektor Untad.

Pelatihan yang dilakukan kata dia merupakan lanjutan program pelatihan pada 2017 lalu yang telah diikuti kurang lebih 700 mahasiswa dari berbagai fakultas di Untad.  Untuk pelatihan angkatan IV sendiri diikuti 151 mahasiwa berlangsung selama dua hari yakni Sabtu-Minggu (21-22 April).

“Tahun 2018 ini Pusbang Depsa Untad akan melakukan pelatihan sebanyak tiga kali,” ungkap Rahmat.

Dosen Fakultas Hukum Untad ini menuturkan, mahasiswa yang telah mengikuti pelatihan selain mendapat bekal dalam berorganisasi, juga akan dibekali agar antara kegiatan organisasi dan kuliah dapat berjalan bersamaan.

Menurutnya mahasiswa yang memiliki tujuan utama menimbah ilmu jangan sampai meninggalkan perkuliahan. Namun demikian disisi lain, seorang mahasiswa juga perlu melibatkan diri dalam organisasi kemahasiswaan.

“Harus menyeimbangkan tugas pokok sebagai mahasiswa yang harus selesai tepat waktu dan pada saat yang sama tidak kehilangan kesempatan untuk berorganisasi,” tuturnya.

Rahmat menambahkan, kehadiran Pusbang Depsa pada tahap selanjutnya yaitu integrasi dan kolaborasi. Adapun yang diintegrasikan yakni kemampuan akademik mahasiswa dan keterampilan berorganisasi.

“Apa yang kita kolaborasikan yaitu antar lembaga bisa bertemu berkolaborasi agar memberi manfaat. Kalau hal ini dapat terlaksana dengan baik, itulah yang kita sebut satu Untad, satu napas dan satu keluarga,” tandasnya. 

 

Editor: M Yusuf Bj