Thursday, 19 July, 2018 - 04:11

Ratusan Siswa Tampilkan Tarian Jeppeng

PEMBUKAAN - Suasana pembukaan Pekan Ilmiah,  Olah raga, Seni dan Riset (PIONIR) VII, di Lapangan Vatulemo Palu, Senin  (18/5). (Foto-foto : Eddy/ Metrosulawesi)

PIONIR VII
  • Peserta: 55 PTK se Indonesia yang terdiri atas 11 Universitas Islam Negeri (UIN), 26 IAIN dan 18 STAIN.
  • Jadwal Kegiatan: 18 sampai 24 Mei 2015.
  • Lokasi Kegiatan: Seluruh cabang dilaksanakan di kampus IAIN Palu, kecuali dua cabang yaitu cabang badminton (Gor Gawalise Palu) dan futsal (Lapangan Futsal Tanaris Palu).
  • Tujuan: meningkatkan tali silahturahmi dan persatuan antara mahasiswa, juga meningkatkan pembinaan keilmuan, olagraga, seni dan riset mahasiwa.
  • Cabang pertandingan dan lomba: delapan cabang olahraga, lima kategori seni, tiga kategori ilmiah, dan satu kategori riset.
  • Cabang olagraga: futsal, volley ball, badminton, tenis meja, catur, panjat dinding, pencak silat dan sepak takraw.
  • Cabang seni: tilawa Al Quran, tahfidz Al Quran, pop solo islami, desain busana muslimah dan kaligrafi.
  • Cabang ilmiah: debat Bahasa Arab, debat Bahasa Inggris, dan Musabaqah kandungan ilmiah Al Quran.
  • Cabang Riset: lomba hasil penelitian dengan tema “Agama, Kebaharian dan Resolusi Konflik”.

Palu, Metrosulawesi.com - Sekitar 300 siswa muslim dan non muslim dari 15 sekolah se Kota Palu menunjukkan tarian jeppeng pada pembukaan PIONIR VII di Lapangan Vatulemo Palu, Senin (18/5).

Tarian jeppeng massal disaksikan oleh Menteri Agama Republik Indonesia, Lukman Hakim Saifuddin, beserta Gubernur Sulawesi Tengah, Longki Djanggola, dan Wali Kota Palu, Rusdy Mastura.

Dalam sambutannya, Lukman Hakim Saifuddin mengatakan tak kuarang dari 2000 atlet siap bertanding, plus 200 suporter.

“Event besar ini benar-benar mengorbankan semangat untuk menjadi juara, dalam kegiatan pionir kita akan berlomba, bertanding, dan berkompetisi secra fair play,” kata Lukman Hakim Saifuddin.

Selain itu, dalam kegiatan pionir saat ini juga belajar taat asas, taat aturan, taat pada pimpinan pertandingan, tata sepenuhnya pada rule of the games. Selain itu, menjalin persahabatan, bersinergi dan berkolaborasi.

“Kita memiliki beberapa event besar keagamaan dan pendidikan, saya yakin itu bukan hura-hura, event kita selalu sangat bermakna. Output dan outcomes-nya terukur, efektif dan efisien sesuai dengan prioritas dan arah kebijakan kementerian, yakni meningkatkan mutu pendidikan keagamaan dan menciptakan taat kelola yang berintegritas,” ujar Lukman Hakim Saifuddin.

Longki Djanggola menambahkan, baru saja di akhir tahun 2013 masyarakat Sulawesi Tengah mendapat anugerah dengan diresmikannya peralihan status IAIN Palu dari Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Datokarama.

“Belum lama peralihan nama belangsung, sekarang sudah dipercayakan untuk menjadi tuan rumah sebuah event bertaraf nasional,” kata Longki Djanggola.

Ia mengapresiasi dengan dipilihnya IAIN Palu sebagi tuan rumah dinilai memenuhi segala criteria yang ditetapkan untuk pelaksanaan kegiatan bertaraf nasional.

Rektor IAIN Palu, Zainal Abidin mengungkapkan Pionir VII tahun 2015 diikuti oleh 55 Perguruan Tinggi Keagamaan (PTK) se Indonesia yang terdiri atas 11 Universitas Islam Negeri (UIN), 26 IAIN dan 18 STAIN.

“Kegiatan ini akan digelar selama seminggu mulai 18 sampai 24 Mei 2015, yang bertujuan meningkatkan tali silahturahmi dan persatuan antara mahasiswa, juga meningkatkan pembinaan keilmuan, olagraga, seni dan riset mahasiwa, selain itu juga bertujuan membantu pemerintah dalam meningkatkan dan mengembangkan prestasi nasional,” aku Zainal Abidin.

Cabang pertandingan dan lomba dalam Pionir mahasiswa PTK tahun 2015 terdiri atas Delapan cabang olahraga, lima kategori seni, tiga kategori ilmiah, dan satu kategori riset.

Cabang olagraga yaitu, futsal, volley ball, badminton, tenis meja, catur, panjat dinding, pencak silat dan sepak takraw. Cabang seni yaitu, tilawa Al Quran, tahfidz Al Quran, pop solo islami, desain busana muslimah dan kaligrafi. Cabang ilmiah yaitu debat Bahasa Arab, debat Bahasa Inggris, dan Musabaqah kandungan ilmiah Al Quran. Sedangkan cabang Riset yaitu lomba hasil penelitian kali ini mengangkat tema “Agama, Kebaharian dan Resolusi Konflik”.

“Seluruh cabang tersebut diulaksnakan di kampus IAIN Palu, kecuali dua cabang yaitu cabang badminton yang dilaksankan di Gor Gawalise Palu dan cabang futsal yang dilaksanakan di lapangan futsal Tanaris Palu,” jelas Zainal Abidin.

Peserta yang hadir pada acara Pionir VII sebanyak 2.669 orang, rincian 37 Rektor, 18 ketua STAIN, 37 Wakil Rektor III, 18 Wakil Ketua STAIN, 384 pendamping kontingen, 65 tim waslitev dan media, 173 tenaga pendukung acara dan 1.935 atlit. Seluruh kontingen PTK menempati 27 Hotel/Penginapan di Kota Palu.

Sebelumnya kedatangan Menteri Agama RI diantar dengan drum band MAN 1 Palu selanjutnya disambut tarian mipeaju dan mokambu.

Tahun Ini, Anggaran PTKI Rp 4,1 Triliun

Anggaran pendidikan Islam tahun 2015 sebesar Rp 45 triliun untuk satker pusat dan daerah.

Hal itu diungkapkan Menteri Agama Republik Indonesia, Lukman Hakim Saifuddin, dalam pembukaan Pekan Ilmiah, Olah raga, Seni dan Riset (PIONIR) VII, di Lapangan Vatulemo Palu, Senin (18/5).

Ia mengatakan khusus untuk pengembangan dan peningkatan mutu pendidikan tinggi sebesar Rp 4,1 triliun, yakni untuk pembiayaan 55 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) dan 621 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) swasta yang meng-cover 639.254 ribu mahasiswa.

“Itu amanah besar yang kita emban, tidaklah mudah mengangkat mutu PTKIN, apalagi mutu PTKI swasta yang sebagiannya masih terseok-seok. Berilah special treatment, agar kontribusi PTKI swasta pada Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan tinggi Islam makin signifikan,” kata Lukman Hakim Saifuddin.

Selain itu, perlu juga memiliki grand design pengembangan dari peningkatan mutu pendidikan tinggi Islam.

“Kita juga harus punya PTK yang iconic yang besar, megah, dan unggul di kawasan ASEAN sebelum akhirnya kita mengejar impian Word Class University (WCU),” ujar Lukman Hakim Saifuddin.

Sebaiknya renstra pendidikan Islam 2015-2019 memuat ide-ide besar pengembangan dan peningkatan mutu pendidikan tinggi Islam termasuk cita-cita membangun pusat kajian Islam tingkat dunia.

“Karena itu, saya meminta agar kontroversi PMA nomor 1 Tahun 2015 segera disudahi. Mari kita tingkatkan soliditas civitas akademika PTK seluruhnya, politik internal kampus hendaknya tidak menambahkan beban kita,” ujar Lukman Hakim Saifuddin.

Ia menegaskan, kampus yang kondusif akan mampu meningkatkan daya saing bangsa dalam menghadapi globalisasi di segala bidang. Kampus tersebut mampu mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan penuh tanggung jawab.


Editor : Syamsu Rizal