Thursday, 20 September, 2018 - 06:49

Rektor Untad Bertanya Arti Ketinggalan Pesawat

Rektor Universitas Tadulako, Prof Dr Muhammad Basir Cyio saat memberikan sambutan pada seminar nasional dalam rangka bulan bahasa yang dilaksanakan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) program studi pendidikan di Gedung Media Center Untad, Sabtu (1/11/2014). (Foto : Mawan Kurniawan)

Palu, Metrosulawesi.com - Rektor Universitas Tadulako (Untad) Palu, Prof Dr Muhammad Basir Cyio bertanya kepada sejumlah peserta seminar.

“Pertanyaan saya cuma dua, apa artinya saya ketinggalan pesawat. Kalau diartikan ketinggalan pesawat itu, pesawat sudah berangkat baru saya tiba di bandara. Apabila kalau saya ketinggalan sandal, apakah sandal sudah duluan berangkat," tanya Basir Cyio dibarengi ketawa para peserta seminar.

Bair Cyio berkelakar saat memberikan sambutan pada seminar nasional, dalam rangka Bulan Bahasa yang dilaksanakan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) program studi pendidikan, di Gedung Media Center Untad, Sabtu (1/11/2014).

Basir Cyio mengajukan pertanyaan itu kepada semua peserta yang mengikuti seminar, apakah mereka sudah menguasai bahasa Indonesia karena lahirnya di Indonesia, tentu sudah pintar berbahasa Indonesia.

Menurutnya, bahasa Indonesia tidak boleh dipandang enteng. Kadang, kata dia kita merasa tinggal di Indonesia dan mengaggap sejak lahir sudah mengenal bahasa Indonesia, sehingga mempelajari dan mengembangkan, meningkatkan keterampilan berbahasa Indonesia dinomorduakan.

"Padahal bahasa Indonesia ini jauh lebih sulit, dibandingkan dengan bahasa lain. Andai kata kita hidup di negeri Inggris, kita lebih mudah mempelajari bahasa Inggris, dibandingkan bahasa Indonesia," kata Basir Cyio.

Lanjutnya, berbahasa tidak mudah, karena bahasa ini cultural. Harus masuk di wilayahnya, kalau hanya sekedar menghafal, tetapi tidak mengenal, tidak akan berjalan dengan baik.

"Jangan pandang enteng bahasa Indonesia, karena tidak semudah yang Anda bayangkan. Teknik mempelajari bahasa ini dengan ketekunana," ujar Basir Cyio.

Pemateri dalam seminar ini, dari Universitas Padjajaran, Prof Dr Cece Sobarna M Hum dan Universitas Negeri Makassar, Prof Dr H Jufri M Pd. Adapun tema "Peningkatan inovasi, kretivitas kebahasaan, kesastraan Indonesia dan daerah yang berkarakter".

Kegiatan ini diikuti oleh kalangan dosen, mahasiswa, guru sekolah, dan pemerhati bahasa.

 



Editor : Syamsu Rizal