Sunday, 23 September, 2018 - 22:37

Rektor Untad: Saya Tak Tenang Pilrek Terhambat

HALAL BI HALAL - Rektor Prof Dr Ir Muhammad Basir Cyio SE MS saat halal bi halal bersama civitas Untad usai melaksanakan salat Idul Fitri di Palu, Jumat 15 Juni 2018. (Foto: Humas Untad)

Palu, Metrosulawesi.com - Proses Pemilihan Rektor (Pilrek) Universitas Tadulako (Untad) Periode 2019-2023, yang kini tertunda menjadi perhatian Rektor Prof Dr Ir Muhammad Basir Cyio SE MS. Dia  mengatakan dirinya tidak tenang dengan tertundanya proses Pilrek tersebut.

“Jujur saya tidak tenang kalau proses-proses selanjutnya terhambat, apalagi kalau semakin mepet waktunya,” ujar Prof Basir saat halal bi halal bersama civitas Untad usai melaksanakan salat Idul Fitri di Palu, Jumat 15 Juni 2018.

Proses Pilrek yang seharusnya sudah masuk tahap penyaringan pada 23 Mei lalu ditunda atas permintaan dari Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenrisetdikti). Olehnya Prof Basir dalam kesempatan ini meminta Ketua Panitia Pilrek agar kembali bersurat ke Kemenrisetdikti untuk penjadwalan tahapan penyaringan.

Prof Basir menuturkan sejauh ini ia mengamati konstelasi Pilrek di Untad dalam kondisi adem. Menurutnya itu menjadi bukti kedewasaan sukseksi kepemimpinan yang semakin matang di kampus yang dipimpinnya.

“Antara satu bakal calon dan bakal calon lainnya tidak ada yang saling menjatuhkan, demikian juga dengan pendukung,” kata dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, rangkaian Pilrek Untad yang seharusnya telah masuk tahap penyaringan tertunda. Ketua Senat Untad Prof H Hasan Basri Ph.D menjelaskan penundaan tersebut disebabkan menunggu kesediaan waktu dari pejabat Kemenristekdikti. Proses penyaringan akan menyisakan tiga orang bakal calon Rektor melalui hak suara yang dimiliki anggota Senat Untad.

“Tahapan penyaringan tertunda karena harus dihadiri perwakilan pejabat dari Kemenristekdikti,” jelas Prof Hasan saat ditemui di Ruang Kerjanya Lantai III Rektorat Untad, Kamis, 24 Mei 2018.

Dia mengatakan sesuai jadwal yang ditetapkan sebelumnya, penyaringan terhadap empat bakal calon Rektor semestinya dilakukan pada 23 Mei 2018. Namun karena perwakilan pejabat Kemenristekdikti belum bisa hadir, dengan terpaksa tahapan Pilrek tertunda.

“Kami menerima surat dari Biro SDM Kemenristekdikti yang meminta agar penyaringan jangan dulu diadakan sampai penyampaian resmi selanjutnya,” terang Ketua Senat.

Meski tak memiliki hak suara, kehadiran pejabat Kemenristekdikti saat penyaringan dipandang penting karena pada kesempatan ini para calon akan memaparkan visi-misi dihadapan jajaran Senat Untad. Selain itu, sesi penyaringan juga akan ada tanya-jawab antara pejabat Kemenristekdikti dan Senat Untad dengan para calon.

“Untuk tahapan penyaringan pejabat Kemenristekdikti tidak punya hak suara, hanya anggota Senat saja, cuma harus hadir menyaksikan. Mungkin maksudnya menteri mau tahu suasana penyaringan, apakah baik-baik atau bagaimana,” tutur mantan Wakil Rektor Untad Bidang Akademik itu. 
 

Editor: M Yusuf Bj