Friday, 22 June, 2018 - 03:43

Ribuan Pasutri di Parimo Tak Punya Buku Nikah

SIDANG ISBAT NIKAH - Ratusan pasangan suami istri saat menghadiri sidang isbat di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Torue, Kabupaten Parigi Moutong, Kamis 7 Desember2017. (Foto : Humas Kemenag Sulteng)

100 Pasang Pasutri Sidang Isbat Nikah

Parimo, Metrosulawesi.com - Sebanyak 100 pasangan suami istri (Pasutri) mengikuti sidang Isbat nikah yang digelar oleh Kementerian Agama Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) bekerja sama dengan Pengadilan Agama Parimo, di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Torue Kamis, 7 Desember 2017. Data Kantor Kemenag Kabupaten Parimo bahwa ada sekitar 2.865 orang pasutri di Parimo yang tidak memiliki buku nikah saat ini.

Sementara itu, tampak perasaan haru dan bahagia oleh warga yang mengikuti sidang ini terdiri dari tiga kecamatan di Parimo, yakni Kecamatan Sausu, Balinggi dan Torue saat mengikuti sidang Isbat Nikah.

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Parimo Drs Muslimin mengungkapkan, jumlah pasangan suami istri yang mengikuti sidang isbat nikah adalah 100 pasang terdiri dari, Kecamatan Torue 38 pasang, Balinggi 31 pasang  dan Sausu 31 pasang. Mereka didampingi masing-masing dua saksi, sehingga total keseluruhanya ada sekitar 400 orang yang mengikuti kegiatan tersebut.

Dia mengatakan, ketentuan UU Perkawinan Nomor 1 Tahun 1974 pasal 2 ayat 1 dan 2, perkawinan atau nikah adalah sah apabila dilakukan menurut hukum masing-masing agamanya, dan dicatat oleh pegawai pencatat nikah.

“Pernikahan yang sah menurut agama tapi tidak dicatat di KUA maka tidak akan mendapatkan perlindungan hukum secara administratif di Republik Indonesia. Olehnya pemerintah berupaya memberikan kemudahan kepada masyarakat dengan menggelar sidang Itsbat Nikah terpadu,” jelasnya.

Dia menjelaskan kegiatan Sidang Isbat Terpadu ini digelar dengan menggunakan dana APBD yang melekat pada DIPA perubahan Bagian Kesra Masyarakat Setda Tahun 2017.

Ketua Pengadilan Agama Parigi Muawiqah SH MH, berterima kasih kepada Pemerintah Daerah Parigi Moutong, yang telah membantu mendanai kegiatan isbat nikah, sehingga bisa terlakasana dengan baik.

“Untuk masyarakat di sidang isbat nikah tahun ini sebanyak 100 pasang tetapi ini dilaksanakan di Kecamatan Torue, selanjutnya akan digelar akan dilaksanakan di Kecamatan Tinombo dengan menghadirkan 52 pasutri,” katanya.

Kata dia, pihak Pengadilan Agama (PA) meminta agar ke depan pemerintah lebih cepat mengusulkan program Sidang Isbat Nikah Terpadu, agar jumlahnya bisa lebih bertambah lagi.

Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat (Kesra), yang mewakili Bupati Parimo Drs H Samin Latandu mengatakan Pemda Parimo sengaja menganggarkan program isbat nikah terpadu. Bertujuan memberikan pelayanan kepada masyarakat yang kurang mampu dalam memperoleh hak atas akta perkawinan, buku nikah, akta kelahiran dengan cara sederhana cepat dengan biaya ringan.

“Selain itu kami menginginkan, untuk menertibkan dan mengetahui data yang valid yang ada pada Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil  terhadap masyarakat Parimo tersebut,” ujarnya.


Editor : Syamsu Rizal