Sunday, 18 February, 2018 - 05:20

Ronald: Harus Ada Sanksi Tegas Terkait Kasus Bank Sulteng

Ronald Gulla. (Foto: Ist)

Palu, Metrosulawesi.com - Hilangnya agunan nasabah yang beujung pembayaran ganti rugi sebesar Rp7,6 miliar oleh Bank Sulteng kepada nasabah mendapat perhatian Komisi II DPRD Sulawesi Tengah. kejadian serupa jangan sampai terulang kembali.

Sekretaris Komisi II DPRD Sulawesi Tengah, Ronald Gulla kepada Metrosulawesi Senin 5 Januari 2018 mengatakan, Bank Sulteng dipastikan akan kehilangan laba sebesar Rp7,6 miliar akibat tindakan kecerobohan.

“Hal semacam ini tidak bisa ditolerir. Pemegang saham harus menjatuhkan sanksi tegas kepada pihak-pihak yang bertanggungjawab atas agunan nasabah. Saya rasa pemecatan merupakan sanksi yang tepat,” tegas Ronald.

Dia juga berharap sistem pengamanan agunan nasabah lebih diperketat, jangan sampai ada pihak-pihak yang coba-coba memanfaatkan situasi ini untuk kepentingan kedepan. Apalagi beberapa pengalaman, setiap berurusan dipengadilan, bank selalu kalah.

“Kalau perlu CCTV dipasang yang daya rekamnya paling lama. Karena sangat disayangkan uang miliaran rupiah hilang begitu saja gara-gara kelalaian bank,” ujar Ronald.

Sebagai pimpinan komisi, Ronald akan membahas lebih lanjut persoalan Bank Sulteng, kalau perlu DPRD turun langsung meninjau seperti apa kondisi sebanarnya di Bank Sulteng, khususnya ruang penyimpanan jaminan nasabah.

“Apalagi persoalan kehilangan ini bukan hanya sekali. Sepertinya semenjak didirikan sudah beberapa kali Bank Sulteng harus berurusan panjang dengan nasabah karena agunan yang hilang,” kata Ronald.

Meskipun demikian, Komisi II DPRD Sulawesi Tengah tetap mendorong Bank Sulteng untuk terus mengambangkan usahahanya, agar target masuk ke buku dua secepatnya terealisasi. Sebab, dari seluruh bank milik daerah, tinggal beberapa yang belum buku dua termasuk PT Bank Sulteng.

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.

Berita Terkait