Friday, 22 June, 2018 - 09:57

Rotasi Guru Ditunda

Ansyar Sutiadi. (Foto: Dok Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Rotasi guru yang sebelumnya direncanakan dilakukan pada Januari 2018, ditunda oleh Dinas Pendidikan Kota Palu. Penundaan tersebut dikarenakan adanya persoalan teknis yang perlu dimatangkan kembali, sehingga rencananya, rotasi guru dilakukan selesai semester genap atau tahun ajaran baru 2018/2019.

Demikian dikatakan Kepala Dinas Pendidikan Kota Palu Ansyar Sutiadi kepada Metrosulawesi di ruang kerjanya, Jumat, 19 Januari 2018.

“Roling guru ini sedikit berat setelah kami rapatkan kembali, dan beberapa kali pertemuan dengan bidang teknis. Ternyata ada guru kelas atas dan bawah dan juga ada guru K13, guru difabel serta guru-guru yang sudah dilatih khusus PPK, ini sementara kami cari formulanya. Kami akan bekerja semaksimal mungkin, karena April para siswa persiapan ujian USBN dan UNBK,” jelas Ansyar.

Oleh karena itu, Ansyar meminta kepada bidang teknis mematangkan kembali rotasi guru tersebut.

“Bila perlu setelah semester genap atau masuk tahun ajaran baru dilakukan rotasi guru. Jadi kesimpulanya lebih sulit dari perkiraan, karena menyangkut ribuan guru, jangan sampai berpolemik. Ini sudah mau ujian, anak-anak sudah mulai fokus, maka ini yang agak berat,” katanya.

Ansyar mengatakan bidang teknis masih susah mengatur komposisi kelas tersebut.

“Jika berat, lebih baik ditunda sampai tahun ajaran baru saja,” ungkapnya.

“Saya memang telah menerima beberapa saran dari beberapa tokoh, bahwa rotasi ini jangan dilakukan dipertengahan, karena para siswa di sekolah sudah dibimbing oleh sejumlah guru. Maka lebih pasnya dilakukan di tahun ajaran baru, karena mulai baru semua,” ujar Ansyar.

Ansyar menjelaskan sulitnya persoalan ini hanya hanya di penempatan guru saja, tetapi kalau berdasarkan zonasi, tidak terlalu sulit.

“Karena hanya melihat posisi guru itu di SD. Jika di SMP, dilihat guru yang tidak lengkap jam mengajarnya. Awalnya saya berpikir zonasi saja, ternyata kami coba ulas kembali, ternyata ada kriteria-kriteria yang perlu di matangkan lagi,” jelasnya.

Ansyar mengungkapkan tidak ada lagi tes atau seleksi dalam pelaksanaan rotasi guru ini.

“Guru yang dirotasi ini tergantung dari zonasi dan dari kelasnya, baik itu kelas atas atau bawah, serta kemampuan guru bersangkutan, misalnya guru inklusi dan guru-guru yang memang PPK, atau program-program khusus, karena guru PPK ini adalah guru khusus,” katanya.

Kata Ansyar, rotasi guru SD pasti akan berdampak ke SMP.

“Jadi memang momentumnya lebih pas di tahun ajaran baru rotasi guru dilakukan,” katanya.
 
 
Editor: M Yusuf Bj