Thursday, 19 July, 2018 - 04:16

RSUD Morowali Bantah Tolak Pasien

KONFERENSI PERS - Humas RSUD Morawali dr Agus AS Partang (kiri), didampingi direktur dan dewan RSUD Morowali beserta perwakilian BPJS Kesehatan (paling kanan) konferensi pers di RSUD Morowali,Senin 12 Maret 2018. (Foto: Murad Mangge/ Metrosulawesi)

Bungku, Metrosulawesi.com - Permasalahan mengenai seorang warga Morowali yang memiliki Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan sudah tersiar melalui akun medsos tidak terlayani di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Morowali masalahnya kini sudah dijawab pihak RSUD Morowali.

Humas RSUD Morawali dr Agus AS Partang mengatakan kalau dindikasikan tidak melayani pasien sama sekali tidak dilakukan RSUD Morowali. Sebab,pasien sekarang mendapatkan perawatan medis pihak RSUD Morowali disamakan seperti halnya pasien yang lainnya.

"Sebelum ke pokok persoalan, mari kita analisa dulu bahasa menolak, di sini bisa berarti RSUD tidak melayani. Sekarang pasien itu sudah dalam perawatan,” ucap dr Agus AS Partang saat konfrensi pers bersama wartawan di RSUD Morowali,Senin 12 Maret 2018.

Lanjut dia,perihal yang berlaku di setiap rumah sakit bahwa semua warga untuk masuk memperoleh perawatan maka yang lebih awal pasien perlu mengurus adminisistrasi,karena administrasi inilah yang akan menjadi pertanggungjawaban administrasi pihak rumah sakit.

"Mengenai pasien,dia menggunakan KIS yang ditanggung negara yang keluarkan oleh pemerintah kepada yang kurang mampu.Dari pembicaraan keluarga pasien bahwa KIS sendiri sudah tidak aktif lagi," paparnya.

Seusai mengetahui KIS pasein tersebut sudah tidak aktif lagi oleh pihak RSUD Morowali meminta keluarga pasien untuk mengkomunikasikan kepada pihak BPJS setempat. Sebab,pihak RSUD Morowali sendiri tidak dapat mengetahui yang menyebabkan KIS pasien tidak aktif lagi.

"Perlu untuk diketahui RUSD Morowali selalu memberikan pelayanan kepada pasien. Buktinya meskipun KIS-nya tidak aktif pasien sudah dirawat," ungkapnya.


Editor: Syamsu Rizal