Sunday, 19 November, 2017 - 15:01

Ruangan SMAN II Poso Terbakar

TERBAKAR - Salah satu ruangan SMAN II Poso yang terbakar membuat warga sekitar panik dan memadamkan api dengan alat seadanya. (Foto : Wawan)

“Ruangan yang terbakar tersebut merupakan ruangan ketrampilan bagi para siswa. Kebakaran diketahui saat mendapat laporan dari salah satu guru,” - Irana Rina, Kepala SMAN II Poso -

Api Berawal dari Pembakaran Sampah

Poso, Metrosulawesi.com - Gedung Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) II Poso, Kelurahan Ranononcu, Kecamatan Poso Kota Selatan, Kabupaten Poso, Senin (14/9/2015) nyaris ludes terbakar. Kebakaran yang menghanguskan salah satu ruangan di sekolah tersebut berawal dari adanya pembakaran sampah di areal dekat sekolah. Angin kencang dan musim kemarau membuat api menjalar begitu cepat di salah satu ruangan keterampilan hingga ludes terbakar.

Peristiwa yang terjadi sore itu membuat siswa yang tengah menggelar olah raga Taekwondo tiba-tiba lari berhamburan melihat adanya api yang membesar, warga dan siswa yang merasa panik langsung melapor ke pemadam kebakaran.

Dari hasil laporan tersebut, tiga unit pemadam kebakaran datang memadamkan api. Warga yang melihat adanya kebakaran tersebut juga membantu memadamkan api dengan alat seadanya, warga pun bersama siswa turut membantu mengeluarkan beberapa barang berharga yang berada di dalam ruangan tersebut, beruntung api tidak menjalar ke ruangan kelas lainnya.

Para siswa mengaku, api pertama muncul dari arah belakang ruangan sekolah karena salah satu bagian bangunan ruangan dalam kondisi tua dan lapuk, ditambah kondisi angin yang kencang membuat api dengan cepat membesar.

"Itu api torang lihat tadi dari arah belakang, karena ada yang bakar rumpu disitu jadi itu api kena torang pe sekolah," ujar siswa SMA II yang ditemui Metrosulawesi di lokasi kebakaran, Senin (14/9/2015).

Sementara itu, Kepala SMAN II Poso  Irana Rina (50) mengatakan, jika ruangan tersebut merupakan ruangan ketrampilan bagi para siswa. Bahkan dirinya baru mengetahui kebakaran saat mendapat laporan dari salah satu guru. Dirinya mengaku, jika ruangan tersebut baru dalam perencanaan rehab baru.

"Saya dirumah dilaporkan ada kebakaran, jadi saya langsung datang kesekolah, katanya ada yang membakar sampah tapi kami tidak tahu siapa yang membakar," jelasnya.

Kebakaran yang menghanguskan itu ditaksir kerugianya mencapai puluhan juta rupiah, hingga kini kepolisian setempat masih melakukan penyelidikan terkait kebakaran tersebut.

Di Tangkura, OTK Bakar Kebun Warga

Sebelumnya, Sabtu (12/9/2015) pagi, ratusan hektar kebun kakao di wilayah pegunungan Tandoa, Desa Tangkura, Kecamatan Poso Pesisir, Kabupaten Poso hangus terbakar. Kebakaran yang terjadi sejak pagi membuat api terus menjalar hingga mengakibatkan ratusan kebun kakao milik warga ludes dilalap si jago merah.

Musim kemarau di sertai angin kencang, membuat api di lokasi pegunungan Tandoa, Desa tangkura terus menjalar dan sulit dipadamkan, lokasi kebakaran yang di kelilingi ilalang dan pohon jati yang mengering membuat api semakin membesar.

Pemadam kebakaran maupun warga yang ingin memadamkan api sulit untuk mendatangi lokasi yang berjarak dua kilo dari permukiman warga. Tak hanya itu, sulitnya air di wilayah itu dan lokasi jalan sehingga tak ada satu pun api yang berhasil dipadamkan warga.

Menurut warga sekitar, kebakaran yang terjadi tersebut diduga sengaja dibakar oleh orang tak dikenal. Pasalnya beberapa warga melihat ada dua orang tak dikenal datang dilokasi pegunungan tersebut yang sengaja melakukan pembakaran lahan kebun warga.

"Ada dua orang tak dikenal warga lihat mereka naik motor kemudian mereka melakukan pembakaran, tapi warga tak kenal mereka DN plat motor mereka juga tidak di tahu pak," ujar Ropolemba warga Desa Tangkura, saat ditemui Metrosulawesi, Minggu (14/9/2015) malam.

Kata Dia, kondisi api yang terus menjalar hingga malam hari membuat warga sekitar merasa resah dan ketakutan, sehingga warga sekitar berjaga-jaga karena kondisi api yang dekat dengan pemukiman warga. 

"Kalau malam kami siaga, takutnya nanti api menjalar, warga di sini kalau sudah liat api besar digunung semua  pada keluar rumah," tutur warga lainya. 

Dengan kondisi ini, warga tengah berharap agar datangnya hujan untuk memadamkan api tersebut.

 

Editor : Subandi Arya

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.