Thursday, 21 June, 2018 - 10:49

Saatnya Guru IPS dan Sejarah Lanjut S2 di Untad

Dr H Muh Ali Jennah, MHum. (Foto: Syamsu Rizal/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Koordinator Program Studi Pendidikan Sejarah dan Pendidikan IPS Program Pascasarjana Universitas Tadulako Palu, Dr. H. Muh. Ali Jennah, M.Hum mengajak guru IPS dan guru sejarah di Sulawesi Tengah melanjutkan pendidikan strata dua (S2). Pendaftaran dua program studi di Pascasarjana Untad Palu tersebut dibuka hingga 17 Mei 2018.

“Pendaftaran sudah dibuka sejak 1 Maret sampai 17 Mei mendatang. Pendaftaran dapat dilakukan secara online melalui laman https://pendaftaran.untad.ac.id.  Pelaksanaan ujian dijadwalkan 9 Juni 2018. Ini adalah kesempatan bagi para sarjana, baik yang mengajar di sekolah maupun yang bekerja di bidang lain sudah bisa mendaftar. Kita harapkan guru IPS dan guru sejarah melanjutkan pendidikan S2 untuk pengembangan sumber data manusia,” kata Ali Jennah kepada Metrosulawesi, Senin 23 April 2018.

Saat ini, kata Ali Jennah, pendidikan IPS sudah terakreditasi “B” dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Baik Pendidikan IPS maupun Pendidikan Sejarah ditempuh selama empat semester. Biaya pendidikan untuk S2 yakni pendaftaran Rp500 ribu, dan pra pascasarjana Rp750 ribu. Adapun pembayaran UKT/ SPP sebesar Rp7 juta per semester.

Program studi pendidikan IPS juga membuka peluang kepada guru bidang studi geografi, ekonomi, PPKn (Civic), sejarah, sosiologi dan antropologi untuk melanjutkan pendidikan S2. Sebab, tahun ini direncanakan dibuka konsentrasi atau kepeminatan.

“Untuk program studi IPS, tahun ini kita merencanakan ada pembukaan konsentrasi atau kepeminatan. Nanti ada kepeminatan Pendidikan Geografi, PPKn, Penddikan Ekonomi, Pendidikan Sejarah, Sosiologi dan Antropologi. Rumahnya IPS, tapi nanti semester dua atau tiga, ada konsentrasi. Jadi, guru geografi yang kuliah di program stidi Pendidikan IPS bisa ambil konsentrasi geografi,” jelas Ali Jennah.

Begitu juga dengan Pendidikan Sejarah dengan berbagai keunggulannya. Sebagaimana misinya di antaranya menyelenggarakan pendidikan sejarah yang visioner, kritis, dan inovatif berbasis temuan. Menumbuhkembangkan kualitas dan kuantitas riset penelitian pembelajaran sejarah dalam bentuk penulisan buku teks, buku ajar, artikel di jurnal terakreditasi pada tingkat nasional maupun internasional. Mengembangkan dan meningkatkan kerjasama serta pengabdian kepada masyarakat.

Berdasarkan brosur yang disebar tenaga pengajar pada prodi pendidikan IPS: Prof. Dr. Hj. Dahlia Syuaib, SH MA; Prof. Dr. H. Juraid, M.Hum; Prof. Dr. Andi Tanra Tellu, MS; Dr. H. Asep Mahpudz, M.Si; Dr. H. Muh Ali Jennah, M.Hum; Dr. H. Kaharuddin Nawing, M.Si; Dr. Jamaluddin, M.Si; Dr. Sunarto Amus, M.Si; Dr. Lukman,M.Hum; Dr. Suyuti, M.Pd; Dr. Iskandar, M.Hum; Dr. Hasan, M.Hum; Dr. Nuraedah, M.Pd; Haliadi, S.S Mhum, PhD; Dr. Mahfud Mahmud Gamar, M.Pd; Dr. Lilik Prihadi Utomo, M.Si; Dr. Samuel S. Patampang, M.Si, dan Dr. H. Syamsu Bahar, M.Pd.

Sedangkan pengajar di prodi Pendidikan Sejarah: Prof. Dr. H. Juraid, M.Hum; Prof Dr. H. Sulaiman Mamar, M.A; Dr. Lukman MHum; Dr. Suyuti, M.Pd; Dr. Hasan, M.Hum; Dr. Iskandar, M.Hum; Dr. Nuraedah, M.Pd; Haliadi, S.S Mhum, PhD; Dr. Mahfud Mahmud Gamar, M.Pd; Dr. H. Asep Mahpudz, M.Si; Dr. H. Kaharuddin Nawing, M.Si; Dr. Samuel S. Patampang, M.Si, Dr. Lilik Prihadi Utomo, M.Si; Dr. Sunarto Amus, M.Si; Dr. Sudarman, M.Pd; dan Dr. Amiruddin Kade; M.Si.

“Mulai besok (kemarin) akan kita sebar brosur ke sekolah-sekolah, Palu,  Sigi, Donggala dan Parigi Moutong. Kami inginkan guru-guru kita di Sulawesi Tengah melanjutkan pendidikan S2 demi pengembangan sumber daya manusia,” ujarnya.