Wednesday, 25 April, 2018 - 01:57

SMPN 19 Palu Komitmen tak Tarik Iuran Meskipun Dana BOS tak Kunjung Cair

Ilman Usman. (Foto: Ist)

Palu, Metrosulawesi.com - Keterlambatan pencairan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sangat mempengaruhi proses belajar mengajar di sekolah. Namun kepala sekolah harus mengupayakan agar proses belajar mengajar di sekolahnya tetap berjalan lancar.

Kepala SMPN 19 Palu, Ilman Usman mengungkapkan, dampak keterlambatan dana BOS bisa mempengaruhi proses pelaksanaan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN).

“Tetapi kami tetap berupaya melaksanakan USBN dengan cara apapun. Saya selaku kepala sekolah, juga selaku managerial harus bisa mengantisipasi hal itu,” ujar Ilman belum lama ini.

Ilman mengatakan meskipun dana BOS tidak cair, sekolah tetap tidak memungut biaya dari siswa, karena tidak diperkenankan sama sekali oleh Pemkot Palu.

“Kami tentunya sangat berharap kepada pemerintah daerah, khususnya Dinas Pendidikan dapat membantu agar dana BOS bisa segera dicairkan. Karena ada beberapa item pembelanjaan pelaksanaan USBN yang tak lama lagi digelar pada April mendatang,” katanya.

Kata Ilman, untuk mengantisipasi belum cairnya dana BOS, pihaknya mencari dana dari luar.

“Tentunya sekolah harus gali lubang tutup lubang. Makanya, bendahara itu perlu dimanfaatkan, agar program pembelajaran di sekolah tetap maksimal,” terangnya.

“Yeng jelas, semua kepala SMP di Kota Palu dalam hal pelaksanaan USBN, try out, kami tidak memungut sepersenpun dari orang tua siswa, meskipun dana BOS belum cair,” tegasnya.

Tetapi Ilman berharap, akhir Maret ini, jika bisa dana BOS sudah dicairkan, karena sekolah sangat membutuhkan dana BOS jelang UN 2018.

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan Kota Palu, Ansyar Sutiadi mengungkapkan pihaknya yakin dan percaya para kepsek di Palu bisa menyelesaikan permasalahan ini dengan langkah dan strategi mereka masing-masing.

“Sekolah tidak boleh sama sekali menarik iuran ke siswa terkait pelaksaan UN. Perlu diketahui Informasi terakhir, Maret ini, dana BOS akan dicairkan,” imbuhnya.
 
Asnyar mengaku, memang aturan dari Kemendikbud RI boleh menarik iuran ke siswa dalam hal pembiayaan UN. Tetapi Pemerintah Kota Palu tidak ingin demikian, Pemkot tetap berkomitmen melaksanakan sekolah murah, terjangkau dan berkualitas.

“Kami tidak akan bebankan apapun kepada para orang tua peserta didik. Jika dana BOS itu dibutuhkan mendesak, silahkan kepala sekolah melaporkan ke kami, sehingga nanti kami akan carikan solusi,” ungkapnya.


Editor: M Yusuf Bj