Tuesday, 26 September, 2017 - 13:29

Studi: Menggandeng Pasangan Bisa Redakan Rasa Sakit

JATUH cinta membuat seseorang ingin melakukan kontak fisik dengan pasangan, salah satunya lewat bergandengan tangan. Tak hanya baik untuk membangun hubungan, bergandengan tangan ternyata juga bisa mengurangi rasa sakit, menurut studi dari Colorado University's Cognitive and Affective Neuroscience Lab.

Dilansir Counsel Heal, Senin 31 Juli lalu, ini dibuktikan melalui serangkaian tes yang dilakukan kepada 22 pasangan (heteroseksual) dengan memantau irama antara pernapasan dengan detak jantung mereka ketika pasangannya merasakan sakit.

Eksperimen yang dilakukan oleh Pavel Goldstein, Irit Weissman-Fogel, dan Simone G. Shamay-Tsoory ini dimulai dengan memasang alat pemantau detak jantung (ECG) dan alat untuk menghitung tingkat pernapasan kepada masing-masing pasangan. Kemudian, peneliti memberikan rasa panas dibagian lengan kepada pasangan wanita hingga merasa kurang nyaman (tidak sampai melukai).

Pada uji coba pertama, pasangan pria mereka akan duduk di hadapan wanitanya tanpa bergandengan tangan. Dari hasil pemantauan, para wanita yang sedang merasakan sakit tidak memiliki sinkronisasi baik dari segi detak jantung maupun pernapasan dengan pasangannya.

Namun, ketika mereka diperbolehkan untuk bergandengan tangan, secara cepat terjadinya sinkronisasi antara detak jantung dan pernapasan pasangan wanita dengan pria mereka masing-masing.

Kemudian, dapat disimpulkan, bahwa bergandengan tangan bisa memberikan dampak yang luar biasa untuk mengurangi rasa sakit yang dialami pasangan. Empati yang disalurkan oleh pasangan pria kepada wanitanya dipercaya sebagai kunci terkuat menurut studi tersebut. (dth)

 

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.