Sunday, 19 November, 2017 - 14:51

Sulit Mencari Figur Seperti Sudarto

TAK KUASA MENAHAN SEDIH - Gubernur Sulteng, Drs H Longki Djanggola saat mengantar jenazah H Sudarto menuju masjid kompleks kantor Gubernur untuk disalatkan, Minggu 2 Oktober 2016. Gubernur Longki tak mampu menahan kesedihannya. Sesekali dia menghapus air matanya dengan tisu. (Foto : Eddy/ Metrosulawesi)

KARIR SUDARTO
  • Bersama Longki Djanggola, terpilih sebagai Wagub 2016-2021.
  • Bersama Longki Djanggola, terpilih sebagai Wagub 2011-2016.
  • DPD/MPR RI Sebagai Anggota DPD Sulteng 2009-2014.
  • Bupati (1996-2001) dan (2001-2005) di KabupatenBanggai, Sulawesi Tengah.
  • KODAM II/SWJ Sebagai AS OPS KODAM (1995-1996) di Palembang Sumsel.
  • MABESAD SebagaiStafOperasi (1993-1995) di Jakarta.
  • KOREM 102/P Sebagai KASI OPS KOREM (1991-1992) di Palangkaraya, DANDIM Muara Teweh (1992-1993) di Barito Utara, Kalteng.
  • KODAM VI/TPR sebagai Staf Teritorial KODAM (1989-1990) di Balikpapan, Kaltim.
  • KOREM 081/MADIUN sebagai KASDIN (1980-1987) di Tulung Agung, Jatim.
  • BRIGIF 16 SebagaiStaf BRIGIF (1984-1985) di Kediri, Sebagai WADAN YONIF 511 (1985-1986) di Blitar, Jatim.
  • YONIF 711/RKS sebagai DANTON (1972-1976) di Luwuk (1976-1978) di Tolitoli, Sebagai DANKI (1978-1980) di Poso, Sebagai Staf YONIF (1980-1982) di Palu Sulteng.

Palu, Metrosulawesi.com - Meninggalnya H Sudarto SH MHum, tidak serta merta diikuti dengan pengisian jabatan wakil gubernur. Gubernur Sulteng Drs Longki Djanggola Msi menyatakan bahwa proses pergantian jabatan untuk kursi Wakil Gubernur masih lama. Sebab proses tersebut akan dilakukan oleh para partai politik yang mengusung Longki-Sudarto pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak di tahun 2015 lalu.

Longki usai ikut proses pemakaman almarhum Sudarto kepada wartawan, Minggu 2 Oktober 2016 di TMP Tatura Palu, mengaku sangat kehilangan kehilangan atas sosok almarhum yang disiplin, tegas  dan loyal itu.

“Mencari yang sama seperti almarhum Sudarto, belum tentu dapat. Itulah yang menjadi tugas berat saya kedepan untuk mengganti jabatan yang ditinggalkan almarhum pak Sudarto ini,” ungkapnya.

Gubernur mengatakan, usia almarhum Sudarto memang sedikit lebih tua dibandingkan dirinya. Sudarto berusia 68 tahun, sedangkan dirinya baru 63 tahun. 

“Tetapi beliau menghargai saya sebagai Gubernur, dan saya juga sama menghargai dia sebagai wakil gubernur. Sebab saya tidak pernah memanggil wakil saya, tetapi saya memanggilnya dengan Mas Darto. Karena saya tahu menghargai seorang yang lebih senior dari saya. Dan karena jabatan beliau harus menghormati saya sebagai gubernur. Itulah yang membuat kepergian almarhum cukup memukul saya,” ungkap Longki.

Kata Longki, ada aturan yang mengharuskan dirinya untuk bertugas dalam pergantian jabatan wakil gubernur yang ditinggalkan oleh Sudarto, yang akan datang.

“Akan tetapi saya meminta bahwa hal ini jangan dulu untuk dibicarakan, karena masih membutuhkan waktu yang lama. Untuk kita inventarisir, dan mendata, sebab masih ada mekanismenya,” tegasnya.

Semuanya kata Gubernur bergantung partai pengusung.

“Nantinya akan diusung melalui partai pengusung, yang mengusung kami pada waktu menjadi gubernur, persoalan siapa itu persoalan kedua,” tuturnya.

Longki bahkan memohon bahwa dalam hal ini tidak dijadikan polemik.

“Kalau ada media sosial (Medsos) yang mengatakan si A, B, dan C anggaplah itu suara yang tidak seharusnya didengar. Karena saat ini kita sedang berduka,” harapnya.


Editor : Udin Salim

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.