Thursday, 20 September, 2018 - 06:44

Tasya, Penderita Hydrocepallus Butuh Uluran Dermawan

Tasya, balita penderita hydrocepallus di Desa Petapa Kecamatan Parigi Tengah, Kabupaten Parigi Moutong. (Foto: Zoel Fahry/ Metrosulawesi)

Parimo, Metrosulawesi.com - Tasya (2), seorang balita menderita hydrocepallus di Desa Petapa Kecamatan Parigi Tengah, Kabupaten Parigi Moutong, membutuhkan uluran dan bantuan dermawan.

Bantuan itu dimaksudkan untuk membiaya operasi kedua setelah oprasi tahap pertama di Jakarta beberapa waktu lalu. Operasi tahap pertama, Tasya mendapat bantuan dermawan di Jakarta.
Menurut Lince, ibu dari Tasya di kediamannya mengatakan, bahwa pada operasi pertama yang dilakukan beberpa waktu lalu di Jakarta yang di bantu pihak dermawan di Jakarta, alhamdulilah sudah selesai.

"Namun untuk operasi tahap kedua ini harus dilakukan lagi agar ukuran kepala anak saya tasya mengecil seperti layak kepala anak anak lain," kata Lince.

Dia mengatakan, bahwa kami dari pihak orang tua dan keluarga mengalami keterbatasan biaya untuk pengobatan lanjutan Tasya/

Apalagi operasi lanjutan harus segera dilakukan enam bulan pasca operasi pertama. Sebenarnya donatur operasi pertama siap membantu biaya operasi lanjutan. Hanya saja hal itu tetap tidak mudah bagi pihak keluarga. Sebab, selama menjalani pengobatan di Jakarta biaya hidup menjadi beban berat pihak keluarga.

“Karena kos disana saja satu bulan Rp1 juta, belum lagi biaya setiap hari. Bahkan, biaya transportasi ke Jakarta juga tidak masuk dalam bantuan pengobatan Tasya dari pihak dermawan itu,” kata Lince.

Dia berharap, pihak pemerintah dan para dermawan yang ada di Kabupaten Parigi Moutong dapat memberikan bantuan, sehingga anak kami dapat tumbuh sehat seperti anak seusianya.

“Saya sangat berharap agar pemerintah dan para dermawan yang ada dapat memberikan bantuan agar anak saya Tasya bisa secepatnya dibawa ke Jakarta untuk operasi tahap dua,” harap Lince dengan linang air mata.