Thursday, 21 June, 2018 - 10:44

Terdakwa Narkoba, Zakarias Alias Jack Pakai Kursi Roda Hadapi Persidangan

Zakarias alias jack berkepala plontos didampingi Penasehat hukumnya saat sidang di PN Palu, Senin, (8/1). (Foto : MAL/ Ikram)

Palu, Metrosulawesi.com - Terdakwa Zakarias E Ihalauw alias Jack terpaksa memakai kursi roda menghadapi persidangan yang mendakwa dirinya telah melakukan tindak pidana narkotika jenis sabu-sabu. Pasalnya, terdakwa Jack mendapat hadiah timah panas saat dirinya ditangkap oleh Polda Sulteng.

"Terdakwa Jack didakwa melanggar pasal 114 ayat 2 atau pasal 112 ayat 2 Undang-Undang (UU) Nomor 35 tahun 2009 tentang pemberantasan tindak pidana  Narkotika," kata Jaksa Penuntut Umum (JPU), Irma sebagaimana tertuang dalam dakwaannya.

Majelis Hakim Ketua I Made Sukanada yang didampingi Agus dan Ernawaty masing-masing Hakim Anggota membuka sidang dengan agenda pemeriksaan saksi di Pengadilan Negeri Palu, Senin, 8 Januari 2018.

Tiga orang saksi untuk dimintai keterangan terkait tindak pidana yang mendakwa Jack, adalah Umar, Ketut dan Rusdiawati, rekan kerja terdakwa Jack di salah satu tempat karaoke di Kota Palu.

Saksi Ketut memberikan keterangan tentang dirinya yang bekerja di jasa pengiriman barang. Menurutnya, pada saat itu barang kiriman dari Medan yang diterimanya ditujukan kepada Arifin, yang beralamat di Jalan Tadulako.

“Namun setelah kami mencari rumah sebagaimana yang tertuang dalam alamat tersebut tidak dapat. Akhirnya, diputuskan untuk menyimpan di kantor,” ungkapnya.

Ketut mengatakan dua hari kemudian muncul terdakwa Jack untuk mengambil barang tersebut dengan menunjuk resi pengirimannya.

“Barang tersebut berada dalam karung, sehingga kami tidak mengetahui isinya. Barang tersebut beratnya 10 kilogram. Yang mulia, hanya itu yang saya tahu," katanya.

Majelis Hakim pun langsung bertanya kepada saksi Umar, apa yang saudara tahu tentang perkara yang mendakwa terdakwa Jack?

“Awalnya, saya (Umar) di telfon oleh Aking, katanya nanti akan di hubungi oleh Jack untuk mengambil barang yang ada sama dia. Tidak lama kemudian, Jack telfon untuk mengambil barang yang disampaikan oleh Aking,” ungkap Umar.

Ketika ketemu, Umar pun menerima barang yang ada dalam kantongan plastik hitam dari Jack. Kemudian ada uang yang ditransfer dari Aking senilai Rp 4.920.000.

"Belum sempat saya menghubungi Aking setelah menerima barang itu dari Jack, tiba-tiba saya langsung ditangkap oleh petugas dan barang bukti 7 bungkus," kata Umar.

Ketika ditanya, siapa Aking? Umar mengatakan dirinya mengenal Aking saat Aking menumpang di mobilnya. “Kalau mendengar dialeknya dia orang Medan,” kata Umar.

Sedangkan saksi Rusdiawati mengatakan dirinya tidak mengetahui persis soal masalah yang dihadapi oleh Jack. Saat itu, kebetulan saja berpapasan di depan rumah saat dirinya pergi kerja.

“Mungkin tujuan Jack ke rumah karena memang sering Jack ke rumah,” katanya.

Rusdiawati pun mengaku tak tahu kalau Jack membawa sabu-sabu saat itu.

Setelah pemeriksaan saksi, Majelis Hakim langsung memeriksa terdakwa Jack. Tidak ada bantahan dari terdakwa soal keterangan para saksi.

Jack mengakui bahwa saat itu dirinya mengantar barang kepada Umar karena istrinya Aking minta tolong untuk mengambil barang itu di tempat jasa pengiriman barang.

Setelah diambil, barang tersebut dibawa ke TPA untuk dibongkar dan di dalamnya ada biskuit dan tissu yang melapisi sabu-sabu yang ada di dalamnya.

Hakim Anggota Ernawati menanyakan, apakah usai ditangkap ada test urine? Hasilnya apa?

"Hasil test urine positif bu," tutur Jack singkat.

Terdakwa mengakui semua perbuatannya. Sehingga, Majelis Hakim perintahkan kepada JPU untuk menyiapkan tuntutannya untuk dibacakan pekan depan.


Editor : M Yusuf Bj

Tags: