Sunday, 19 November, 2017 - 15:06

Terinspirasi Buku, Arman Wahid Dirikan Usaha Cokelat

Arman Wahid.

Bermodal Rp3 Juta, Kini Omzetnya Puluhan Juta

Palu, Metrosulawesi.com - Hanya dengan modal awal Rp3 juta, kini Arman Wahid bisa menghasilkan omzet sebesar Rp30 juta setiap bulan dari usahanya. Ia membangun usaha pengolahan biji kakao menjadi cokelat siap konsumsi.

Salah satu pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Kota Palu itu mengawali usahanya setelah terinspirasi buku yang dibacanya.

“Awalnya saya terinspirasi untuk membuat usaha sendiri setelah dulu saya baca buku The Power of Kepepet. Dari buku itu saya belajar bahwa manusia akan mengeluarkan seluruh kemampuannya di saat-saat ia terdesak, karena itu saya coba buat usaha pengolahan cokelat sesuai bidang yang saya geluti dan ternyata berhasil dan bertahan hingga sekarang,” ungkap owner Sahabat Coklat itu.

Pria 40 tahun mengaku, sebelum memulai usaha pengolahan cokelat yang kini membuatnya menjadi salah satu wirausaha beromzet puluhan juta, ia sempat mengeluti bisnis ekspoertir biji kakao.

“Jadi kalau untuk kakao, saya sudah masuk dari hilirnya sampai hulunya. Saya masuk dari biji kakao menjadi bahan olahan, bahan olahan menjadi barang produksi, bahan produksi menjadi cokelat siap konsumsi,” ujar Arman.

Armin Wahid mulai mendirikan UMKM Sahabat Cokelat sejak tahun 2015, modal awalnya pada waktu itu hanya Rp3 juta. Kini omzet yang bisa dihasilkan Arman Wahid lewat usahanya itu mencapai Rp30 juta setiap bulan.

“Waktu itu kebetulan juga ada pelatihan dari Dinas Perindutrian dan Perdagangan Provinsi mengenai cara pengolahan cokelat, saya ikut. Dari 40 peserta hanya 4 laki-laki. Beberapa teman mengatakan bapak mau ngapain di sini, mau lihat ibu-ibu. Mereka dulu pandang sebelah mata saya, padahal sekarang saya bisa bertahan dari hanya sedikit yang berhasil bertahan dengan usaha pengolahan cokelat ini,” lanjut pemilik UKM di Jalan HM Suharto, BTN Petobo Residence itu.

Ia memperkerjakan 5 orang karyawan, produk Sahabat Cokat dipasarkan di beberapa swalayan yang ada di Kota Palu. Selain itu sahabat coklat juga mulai memasuki pasar beberapa kabupaten seperti Sigi dan Parigi.

“Harapan saya kedepan bisa membumikan lagi Sahabat Cokelat, sehingga bisa dinikmati pecinta cokelat seluruh Indonesia.” tutup Arman Wahid. 


Editor : Tahmil Burhanudin

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.