Tuesday, 18 September, 2018 - 23:59

Tujuh Jabatan Kepala Biro Dilelang

“Sebenarnya kalau keinginan saya harus hari ini dilantik bersamaan, tapi karena aturan mengharuskan pengisian itu melalui lelang jabatan, maka harus ditaati” - H LONGKI DJANGGOLA, Gubernur Sulteng -

Palu, Metrosulawesi.com - Tujuh jabatan kepala biro lingkup Sekretariat Daerah Provinsi Sulteng segera dilelang. Sekretaris Daerah Moh Hidayat Lamakarate telah meminta tim Pansel agar membuka pendaftaran lelang jabatan untuk mengisi tujuh jabatan tersebut.

“Pendaftaran dan seleksi lelang jabatan akan dilaksanakan selama 14 hari dengan peserta yang berasal dari pejabat eselon tiga,” ujar Hidayat.

Adapun tujuh biro yang masih kosong yakni Biro Otonomi Daerah, Biro Perekonomian, Biro Hukum, Biro Organisasi, Biro Umum, Biro Pembangunan dan SDA, serta Biro Humas dan Protokol.

Gubernur H Longki Djanggola sebelumnya juga telah mengungkapkan, pengisian beberapa jabatan pimpinan tinggi paratama yang masih kosong, dilakukan dalam waktu dekat melalui proses lelang jabatan. Hal ini diungkapkannya saat melantik 11 Pejabat Tinggi Pratama di Ruang Pogombo Kantor Gunernur Sulteng, Kamis, 1 Februari 2018.

“Sebenarnya kalau keinginan saya harus hari ini dilantik bersamaan, tapi karena aturan mengharuskan pengisian itu melalui lelang jabatan, maka harus ditaati,” kata Longki.

Di sisi lain, melalui kesempatan ini Longki berharap jajaran pemerintahannya di Provinsi Sulteng tetap solid. Hal itu diperlukan agar bisa memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat.

“Banyak fenomena yang bisa menjadi contoh, yaitu ketika tidak ada kerjasama yang baik antara pimpinan dan bawahan, atau diawali dengan niat kerja yang tidak baik, maka pasti melahirkan hasil kerja yang buruk,” ujarnya.

Diharapkan Longki jajarannya bisa meneladani kepemimpinan yang diterapkannya mulai sejak menjabat sebagai bupati di Kabupaten Parigi Moutong dan sebagai Gubernur Sulteng. Dia menginginkan dijajaran pejabat pimpinan tinggi pratama tidak terjadi sebagaimana yang dipertontonkan Bupati Tolitoli dan wakilnya yang viral di media social beberapa waktu lalu.

“Pimpinan harus lebih memberi contoh yang baik, bermoral, berakhlakul karimah, bertanggung jawab terhadap amanah tersebut, jabatan bukan untuk gagah-gagahan yang hanya bisa membelenggu peluang berkreasi bagi pejabat dibawahnya, berikan mereka ruang untuk berkarya dengan terus melakukan pembinaan secara berjenjang,” tuturnya.

Menjadi pemimpin kata Longki, harus paham akan kondisi lingkungan kerja yang dipimpin. Selain itu, kerjasama dan perhatian terhadap bawahan atau stafnya harus menjadi hal utama. Jangan ada sifat pilih kasih dalam diri seorang pimpinan yang hanya menjadi keretakan dan kerenggangan diantara sesama.

Pemimpin harus menciptakan suatu keharmonisan dalam berorganisasi agar sama-sama merasakan manis dan pahit, senang dan susah, karena tercapainya suatu tujuan pasti tercipta adanya kerjasama yang baik. Namun demikian, sebagai pimpinan harus tegas dalam menegakkan disiplin bagi stafnya, dan selalu konsisten untuk menunjukkan perilaku sebagai seorang pemimpin yang beretika, dan jika ada masalah diselesaikan secara bersama.

“Jadilah seorang pimpinan yang bisa menjadi teladan bagi mitra kerjanya, serta bertanggungjawab atas kepercayaan jabatan yang diberikan, sehingga menjadi aparatur birokrasi yang kuat, yang dapat memayungi, mengayomi dan menjadi panutan serta teladan bagi masyarakat,” tandas Longki.


Editor: Udin Salim