Wednesday, 19 September, 2018 - 23:02

Tujuh Penambang Ilegal Ditangkap

Tim sedang menggrebek base camp para penambang yang berada ditengah hutan di Touna. (Foto: Harris Wartabone/ Metrosulawesi)

Keberhasilan Tim Bentukan Pemda Touna Memberantas Tambang Ilegal

Ampana, Metrosulawesi.com - Tim gabungan yang terdiri dari Polres Touna, Kejaksaan Negeri Ampana, Sat Pol PP, Koramil Ampana Tete, Polsek Ampana Tete, Dinas Pertambangan serta Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Touna menangkap tujuh penambang liar di Desa Suka Maju, Kecamatan Ampana Tete.

Tim gabungan terdiri dari Kapolres Touna AKBP Benni Baehaki Rustandi, SIK, Kejari Ampana Hadi Sulanto, Kabag Ops Kompol Feky A. Waloni, SH, Kasat Reskrim Akp Petrus A. Matasik, SH, Kasat Shabara Iptu Imran Ismail, Kepala Dinas Pertambangan Muslimin, Sekertaris Lingkungan Hidup Rusmin Labudu, Kasat Pol PP Sutrisno Lasawedi, Danramil Ampana Tete Kapten Infantri Achmad Mokoagow, Kapolsek Ampana Tete Ipda Ruslan, Kepala Desa Suka Maju Sudarsono, serta 1 SST Sat Sabhara Polres Touna, Personil Gabungan Fungsi Polres Touna dan 1 SST Sat Pol PP Pemda Touna.

Tim Investigasi menuju ke lokasi Tambang pada Sabtu, (7/11/2015) sekitar Jam 06.00 Wita, menempuh perjalanan darat kurang lebih empat  jam dengan menggunakan Mobil Double Kabin, serta Motor Trail. Raimas Sat Sabhara Tim berhasil melalui medan berat dan tiba di Dataran Bulan. Namun medan yang tidak mudah dilalui dengan melintasi pegunungan serta sungai dan setelah menempuh perjalanan selama empat jam tim tiba di lokasi penambangan.

“Sesampainya di lokasi pertambangan tanpa izin ditemukan beberapa penambang sedang beraktifitas dengan menggunakan peralatan pertambangan, diantaranya menggunakan alat berat Eskavator, mesin Dompeng, Alkon serta peralatan lainya yang digunakan dalam pertambangan,” kata Kapolres Touna AKBP Benni Baehaki Rustandi, kepada wartawan, Senin (9/11/2015).

Dari penemuan tersebut diamankan tujuh orang penambang ilegal, masing-masing J (operator eskapator), AT, YM, R, IT, A, BH serta barang bukti diantaranya 59 Galon Solar, 3 unit Dompeng Merek Tianli, 3 unit Alkon Merek Honda serta 1 Eskavator merek Kobelco.

Setelah mengamankan pelaku dan barang bukti, sekitar pukul 18.00 Wita, Tim meninggalkan lokasi tambang dengan melalui jalur melewati Kabupaten Banggai dan tiba di Ampana pada hari Minggu (8/11/2015) sekitar jam 06.00 Wita.


Editor : Subandi Arya