Thursday, 21 June, 2018 - 10:33

Warga Minta Dibangun SPBU di Bungku Timur

ANTRE - Warga menunggu giliran untuk pengisian premium di APMS Bahomotefe, Sabtu 3 Februari 2018. (Foto: Murad Mangge/ Metrosulawesi)

Kebutuhan Meningkat Seiring Masuknya Perusahaan Nikel

Bungku, Metrosulawesi.com - Antrean kendaraan terjadi di tempat pengisian bahan bakar minyak di Agen Premium Minyak Solar (APMS) di Desa Bahomotefe Kecamatan Bungku Timur Kabupaten Morowali, Sabtu 3 Februari 2018.

Di Desa Bahomotefe, APMS tersebut lokasinya tepat berada di lintasan jalur trans sulawesi. Setiap harinya kendaraan dari Kabupaten Morowali yang hendak menuju Provinsi Sulawesi Tenggara melintas di jalur tersebut.

"Kebetulan sekali wilayah Kecamatan Bungku Timur dan Kecamatan Bahodopi bertetangga bahkan di dua wilayah ini ada perusahaan nikel. Bagi saya dan banyak orang, di antara dua wilayah ini sudah amat memungkinkan dibangun SPBU," kata Faisal, warga setempat.

Menurut Faisal, APMS ini digunakan oleh warga di beberapa desa di Kecamatan Bungku Timur. Sebab, belum ada Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

"Jadi warga yang datang di APMS ini tidak lain untuk keperluan kendaraan bermotor, mesin perahu nelayan dan ada membeli minyak kemudian mengecer kembali dijual per botol. Selain itu ada pula kendaraan angkutan umum yang singgah melakukan pengisian di APMS," ungkap Faisal kepada Metrosulawesi di APMS saat terjadi antrean tersebut.

Faisal yang warga Desa Bahometefe mengatakan, bahwa dua jenis bahan bakar tersebut masuk di APMS. Jadwal masuknya bergiliran atau tidak bersamaan sehari untuk minyak premium, setelah itu giliran minyak solar yang masuk.

"Kemungkinan karena sudah bertambah penduduk hanya tiga hari saja stok untuk premium di APMS sudah habis. Padahal, sebelumnya sampai empat hari masih ada, itu yang terjadi sekarang," katanya.

Menurut dia akan sangat terbuka lebar kemungkinan ke depannnya konsumen yang memanfaatkan APMS Bahomotefe akan kian bertambah, seiring juga dengan kehadiran perusahaan pengolah nikel pasti memperkerjakan banyak orang.   


Editor: Syamsu Rizal