Thursday, 20 September, 2018 - 06:42

Wisata Pantai, Danau dan Mangrove di Desa Kendek, Banggai Utara

PANTAI MONOSAN - Pasir putih dan bersih mempunyai daya tarik tersendiri bagi penikmat wisata bahari. (Foto: Mohamad Ikbal/ Metrosulawesi)

Balut, Metrosulawesi.com - Jumlah spot wisata bahari di Kabupaten Banggai Laut memang cukup banyak. Banyak gugusan pulau di daerah ini. Pantai dengan hamparan pasir putih yang memanjakan setiap mata sangat mudah ditemukan.

Kecamatan Banggai Utara merupakan salah satu kecamatan di daerah ini yang memiliki banyak spot wisata bahari. Selain Pantai Oyama yang terletak di Desa Lokotoy yang dapat memikat para pengunjungnya, Danau Monosan yang terletak di Desa Kendek juga tak kalah menawan.

Berwisata di Danau Monosan ini, pengunjung dapat menikmati kekuasaan Tuhan yang Maha Esa dengan adanya satu danau sedang dan satu danau kecil yang saling terhubung. Pada sudut lain, suguhan pemandangan pasir putih juga dapat dijumpai. Satu-satunya pemisah antara kedua danau ini dengan bibir pantai adalah deretan pohon mangrove. Hal ini pula yang menjadi pembeda spot wisata ini dengan yang lainnya. Jika di tempat lain, wisata pantai, danau dan hutan mangrove memerlukan waktu tempuh, di tempat ini semua terpadu dalam satu kawasan.

Selain itu, di sekitar pantai ini terdapat dua bangunan homestay yang dibangun oleh Dinas Pariwisata yang dapat dijadikan tempat beristirahat bagi pengunjung. Meskipun akses jalan masuknya masih perlu perbaikan dan penataan tetapi juga sangat pas bagi pengunjung yang menyukai tantangan. sehingga, sangat cocok dijadikan tujuan wisata bagi keluarga maupun komunitas yang hendak belajar lebih tentang tanaman mangrove sebagai tanaman penyimpan oksigen terbesar itu.

Nurafni sebagai salah satu pengunjung yang ditemui wartawan koran ini pada Minggu, 4 Maret 2018, usai mengikuti kegiatan diskusi Komunitas Studi Pengurus Daerah Pelajar Islam Indonesia (PD-PII) Banggai Laut ini mengaku kagum dengan suasana pantai yang dikunjunginya itu.

"Subhanallah, ini luar biasa, pantai dengan pasir putihnya, ada juga pasir timbul saat air surut di tengah danau kecilnya itu yang biasanya ada di laut," ujarnya terpesona.

Sementara itu, Kepala Desa Kendek melalui Sekretaris Desa Yadi Abusama Linto, SE, saat ditemui oleh awak media, mengaku akan terus berupaya menggenjot kemajuan potensi pariwisata di wilayahnya itu.

"Kita terus berupaya membenahi fasilitas penunjangnya, bahkan tidak saja Monosan, Pantai Lambangan Pauno (LP) juga akan kita kelola," singkatnya.

Saat ini tambah Yadi, sapaan akrab, lahan yang terdapat di kawasan jalur masuk pantai LP (Lambangan Pauno) sudah dibebaskan.

"Lahan yang di jalur masuk LP itu sampai ke pantai sudah dibebaskan, ke depan tinggal penataan dan pembangunan fasilitas pendukungnya," ujarnya.

Untuk itu, Yadi berharap adanya dukungan Pemerintah Daerah (Pemda) untuk membangun fasilitas di pantai LP ini.

"Atas nama Pemerintah Desa kami harap ada dukungan Pemda terkait penataan kawasan pantai LP karena dana desa kita sangat terbatas," tuturnya.


Editor: Syamsu Rizal